Nova Yanti Saragih
Jumat, 12 Januari 2018
Kamis, 21 September 2017
TUGAS MANDIRI
==OPTIMALISASI FIREWALL PADA JARINGAN SKALA LUAS==
ABSTRAK
Jaringan komputer bukanlah sesuatu yang baru saat ini.
Hampir di setiap perusahaan terdapat jaringan komputer untuk memperlancar arus informasi di dalam perusahaan tersebut.
Internet yang mulai populer saat ini adalah suatu jaringan komputer raksasa yang merupakan jaringan komputer yang terhubung dan dapat saling berinteraksi.
Hal ini dapat terjadi karena adanya perkembangan teknologi jaringan yang sangat pesat.
Tetapi dalam beberapa hal terhubung dengan internet bisa menjadi suatu ancaman yang berbahaya, banyak serangan yang dapat terjadi baik dari dalam maupun luar seperti virus, trojan, maupun hacker.
Pada akhirnya security komputer dan jaringan komputer akan memegang peranan yang penting dalam kasus ini.
Suatu konfigurasi firewall yang baik dan optimal dapat mengurangi ancaman-ancaman tersebut.
Konfigurasi firewall terdapat 3 jenis diantaranya adalah screened host firewall system (single-homed bastion), screened host firewall system (Dual-homed bastion), dan screened subnet firewall.
Dan juga mengkonfigurasikan firewall dengan membuka portport yang tepat untuk melakukan hubungan koneksi ke internet, karena dengan mengkonfigurasi port-port tersebut suatu firewall dapat menyaring paket-paket data yang masuk yang sesuai dengan policy atau kebijakannya.
Arsitektur firewall ini yang akan digunakan untuk mengoptimalkan suatu firewall pada jaringan.
<a href="https://media.neliti.com/media/publications/101577-ID-optimasi-jaringan-local-area-network-men.pdf"></a>
==A Detail Review on Voice over Internet Protocol (VoIP)==
Abstract—
Voice over Internet protocol (VoIP) is a new way of communicating. It is a technology that allows users to make telephone calls over an IP network.
This paper will describe Voice over Internet Protocol (VoIP) to a level that allows business concerns of implementing VoIP, components of a VoIP system.
The business concerns will be those that affect Quality of Service (QoS).
VoIP components will include end-user equipment, network components, call processors, gateways and two of the more common architectures: Session Initiation Protocol (SIP), This paper gives a brief introduction of VoIP technology: the network structure, protocols, echo and delay, jitter, and packet loss in VoIP network.
Finally, the survey concludes with a discussion on the feasibility of providing VoIP over challenging satellite links.
Keywords— VoIP, H.323, SIP, QoS, RTP, RTCP
http://www.ijettjournal.org/2015/volume-23/number-4/IJETT-V23P232.pdf
ABSTRAK
Jaringan komputer bukanlah sesuatu yang baru saat ini.
Hampir di setiap perusahaan terdapat jaringan komputer untuk memperlancar arus informasi di dalam perusahaan tersebut.
Internet yang mulai populer saat ini adalah suatu jaringan komputer raksasa yang merupakan jaringan komputer yang terhubung dan dapat saling berinteraksi.
Hal ini dapat terjadi karena adanya perkembangan teknologi jaringan yang sangat pesat.
Tetapi dalam beberapa hal terhubung dengan internet bisa menjadi suatu ancaman yang berbahaya, banyak serangan yang dapat terjadi baik dari dalam maupun luar seperti virus, trojan, maupun hacker.
Pada akhirnya security komputer dan jaringan komputer akan memegang peranan yang penting dalam kasus ini.
Suatu konfigurasi firewall yang baik dan optimal dapat mengurangi ancaman-ancaman tersebut.
Konfigurasi firewall terdapat 3 jenis diantaranya adalah screened host firewall system (single-homed bastion), screened host firewall system (Dual-homed bastion), dan screened subnet firewall.
Dan juga mengkonfigurasikan firewall dengan membuka portport yang tepat untuk melakukan hubungan koneksi ke internet, karena dengan mengkonfigurasi port-port tersebut suatu firewall dapat menyaring paket-paket data yang masuk yang sesuai dengan policy atau kebijakannya.
Arsitektur firewall ini yang akan digunakan untuk mengoptimalkan suatu firewall pada jaringan.
<a href="https://media.neliti.com/media/publications/101577-ID-optimasi-jaringan-local-area-network-men.pdf"></a>
==A Detail Review on Voice over Internet Protocol (VoIP)==
Abstract—
Voice over Internet protocol (VoIP) is a new way of communicating. It is a technology that allows users to make telephone calls over an IP network.
This paper will describe Voice over Internet Protocol (VoIP) to a level that allows business concerns of implementing VoIP, components of a VoIP system.
The business concerns will be those that affect Quality of Service (QoS).
VoIP components will include end-user equipment, network components, call processors, gateways and two of the more common architectures: Session Initiation Protocol (SIP), This paper gives a brief introduction of VoIP technology: the network structure, protocols, echo and delay, jitter, and packet loss in VoIP network.
Finally, the survey concludes with a discussion on the feasibility of providing VoIP over challenging satellite links.
Keywords— VoIP, H.323, SIP, QoS, RTP, RTCP
http://www.ijettjournal.org/2015/volume-23/number-4/IJETT-V23P232.pdf
Senin, 10 April 2017
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN
MAKALAH
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN
Nama : Nova Yanti Saragih
Nim : 201431255
Sekolah Tinggi Teknik PLN
Jakarta
BAB
I
PENDAHULUAN
Sistem
Pendukung Keputusan (SPK) atau Decision Support System (DSS) adalah sebuah
sistem yang mampu memberikan kemampuan pemecahan masalah maupun kemampuan
pengkomunikasian untuk masalah dengan kondisi semi terstruktur dan tak
terstruktur. Sistem ini digunakan untuk membantu pengambilan keputusan dalam
situasi semi terstruktur dan situasi yang tidak terstruktur.
Menurut
Moore and Chang, SPK dapat digambarkan sebagai sistem yang berkemampuan
mendukung analisis ad hoc data, dan pemodelan keputusan, berorientasi
keputusan, orientasi perencanaan masa depan, dan digunakan pada saat-saat yang
tidak biasa.
System
pendukung keputusan atau DSS digunakan untuk mengumpulkan data, menganalisa dan
membentuk data yang dikoleksi, dan mengambil keputusan yang benar atau membangun strategi dari analisis, tidak pengaruh
terhadap computer, basis data atau manusia penggunanya
BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN
(DECISION SUPPORT SYSTEM)
Sistem Pendukung Keputusan (SPK)
adalah bagian dari sistem informasi berbasis Komputer termasuk sistem berbasis pengetahuan
atau manajemen pengetahuan yang dipakai untuk mendukung pengambilan keputusan
dalam suatu organisasi atau perusahaan. Dapat juga dikatakan sebagai sistem
komputer yang mengolah data menjadi informasi untuk mengambil keputusan dari
masalah semi terstruktur yang spesifik.
Sistem Pendukung Keputusan (SPK)
dapat digambarkan sebagai sistem yang berkemampuan mendukung analisis adhoc
data, pemodelan keputusan, berorientasi keputusan, orientasi perencanaan masa
depan yang digunakan pada saat-saat yang tidak biasa. Sistem Pendukung
Keputusan (SPK) juga merupakan penggabungan sumber-sumber kecerdasan individu
dengan kemampuan komponen untuk memperbaiki kualitas keputusan dan menjadi
sistem informasi berbasis komputer untuk manajemen pengambilan keputusan yang
menangani masalah-masalah semi struktur.
Dengan pengertian diatas, dapat
diambil suatu kesimpulan bahwa Sistem Pendukung Keputusan (SPK) bukan merupakan
alat pengambilan keputusan, melainkan merupakan sistem yang membantu pengambil
keputusan untuk melengkapi informasi dari data yang telah diolah secara relevan
dan diperlukan untuk membuat keputusan
tentang suatu masalah dengan lebih cepat dan akurat. Sehingga sistem ini tidak dimaksudkan untuk
menggantikan pengambilan keputusan dalam proses pembuatan keputusan.
Menurut Dadan Umar Daihani (2001:54), konsep Sistem
Pendukung Keputusan (SPK) pertama kali diungkapkan pada awal
tahun 1970-an oleh Michael S.Scott Morton yang menjelaskan bahwa Sistem
Pendukung Keputusan adalah suatu sistem yang berbasis computer yang ditujukan
untuk membantu pengambil keputusan dalam memanfaatkan data dan model tertentu
untuk memecahkan berbagai persoalan yang tidak terstruktur.
Selain itu Efraim
Turban mengemukakan bahwa Sistem Pendukung Keputusan merupakan sebuah sistem
yang dimaksudkan untuk mendukung para pengambil keputusan manajerial dalam
situasi keputusan semiterstruktur.
Sistem Pendukung Keputusan merupakan
suatu sistem interaktif yang mendukung keputusan dalam proses pengambilan
keputusan melalui alternatif–alternatif yang diperoleh dari hasil pengolahan
data, informasi dan rancangan model.Dari pengertian sistem pendukung keputusan maka
dapat ditentukan karakteristik antara lain :
1. Mendukung
proses pengambilan keputusan, menitikberatkan pada management by perception.
2. Adanya
interface manusia / mesin dimana manusia (user)
tetap memegang control proses pengambilan keputusan.
3. Mendukung
pengambilan keputusan untuk membahas masalah terstruktur, semi
terstruktur dan tak struktur.
4. Memiliki
kapasitas dialog untuk memperoleh informasi sesuai dengan kebutuhan.
5. Memiliki
subsistem – subsistem yang terintegrasi sedemikian rupa sehingga dapat
berfungsi sebagai kesatuan item.
6. Membutuhkan
struktur data komprehensif yang dapat melayani kebutuhan informasi seluruh
tingkatan manajemen
Dalam sistem pendukung keputusan terdapat
tiga keputusan tingkatan perangkat keras maupun lunak. Masing – masing
tingkatan berdasarkan tingkatan kemampuan berdasarkan perbedaan tingkat teknik,
lingkungan dan tugas yang akan dikerjakan. Ketiga tingkatan tersebut adalah :
a. Sistem Pendukung
Keputusan (Specific DSS)
b. Pembangkit Sistem Pendukung Keputusan (DSS
Generator)
c. Peralatan Sistem
Pendukung Keputusan
B.
Fungsi Sistem Pendukung Keputusan (SPK)
Secara global dapat dikatakan bahwa
fungsi dari Sistem Pendukung Keputusan (SPK) adalah untuk meningkatkan
kemampuan para pengambil keputusan dengan memberikan alternatif-alternatif
keputusan yang lebih banyak atau lebih baik, sehingga dapat membantu untuk merumuskan masalah dan
keadaan yang dihadapi. Dengan demikian Sistem Pendukung Keputusan (SPK)
dapat menghemat waktu, tenaga dan biaya. Jadi dapatlah dikatakan secara singkat
bahwa tujuan Sistem Penunjang Keputusan adalah untuk meningkatkan efektivitas
(do the right things) dan efesiensi (do the things right) dalam pengambilan
keputusan. Walaupun demikian penekanan dari suatu Sistem Penunjang Keputusan
(SPK) adalah pada peningkatan efektivitas dari pengambilan keputusan dari pada
efisiensinya.
C. Komponen
Sistem Pendukung Keputusan
Secara umum Sistem Pendukung
Keputusan dibangun oleh tiga komponen besar yaitu database Management, Model
Base dan Software System/User Interface. Komponen SPK tersebut dapat
digambarkan seperti gambar di bawah ini.
Komponen
Sistem Pendukung Keputusan (SPK)
|
a. Database
Management
Merupakan subsistem data yang
terorganisasi dalam suatu basis data. Data yang merupakan suatu sistem
pendukung keputusan dapat berasal dari luar maupun dalam lingkungan. Untuk
keperluan SPK, diperlukan data yang relevan dengan permasalahan yang hendak
dipecahkan melalui simulasi.
b. Model
Base
Merupakan suatu model yang
merepresentasikan permasalahan kedalam format kuantitatif (model matematika
sebagai contohnya) sebagai dasar simulasi atau pengambilan keputusan, termasuk
didalamnya tujuan dari permaslahan (objektif), komponen-komponen terkait,
batasan-batasan yang ada (constraints), dan hal-hal terkait lainnya. Model
Base memungkinkan pengambil keputusan menganalisa secara utuh dengan
mengembangkan dan membandingkan solusi alternatif.
c. User
Interfase / Pengelolaan Dialog
Terkadang
disebut sebagai subsistem dialog, merupakan penggabungan antara dua komponen
sebelumnya yaitu Database Management dan Model Base yang disatukan dalam
komponen ketiga (user interface), setelah sebelumnya dipresentasikan dalam
bentuk model yang dimengerti computer. User Interface menampilkan keluaran
sistem bagi pemakai dan menerima masukan dari pemakai kedalam Sistem Pendukung
Keputusan.
D.
Manfaat
Sistem Pendukung Keputusan
SPK
dapat memberikan berbagai manfaat dan keuntungan. Manfaat yang dapat diambil
dari SPK adalah :
1. SPK memperluas kemampuan pengambil
keputusan dalam memproses data / informasi bagi pemakainya.
2. SPK membantu pengambil keputusan
untuk memecahkan masalah terutama barbagai masalah yang sangat kompleks dan
tidak terstruktur.
3. SPK dapat menghasilkan solusi dengan
lebih cepat serta hasilnya dapat diandalkan.
4. Walaupun suatu SPK mungkin saja
tidak mampu memecahkan masalah yang dihadapi oleh pengambil keputusan, namun
dia dapat menjadi stimulan bagi pengambil keputusan dalam memahami
persoalannya,karena mampu menyajikan berbagai alternatif pemecahan.
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Sistem pendukung
keputusan membantu menyelesaikan masalah semi-terstruktur yang berbasis
komputer yang membantu pembuatan keputusan berdasarakan masalah yang ada dengan
menggunakan beberapa tahapan pengambilan keputusan serta beberapa metode. Sistem
pendukung keputusan ini dapat meningkatkan efektifitas pengambilan keputusan
bukan efesiensi pengambilan keputusan. Dengan sistem tersebut maka
masalah-masalah yang bersifat tidak terstruktur ataupun semi terstruktur dapat
diselesaikan.
Rabu, 26 Oktober 2016
Resume KSK, 11-10-16
Pada pertemuan ini belajar mengenai Vigenere cipher, Beuford cipher dan Varian beuford cipher
*Vigenere cipher itu kunci(key) nya didepan lalu huruf setelahnya diletakkan setelah kata kunci tersebut
contohnya :
P : Nova Yanti Saragih
K : JUNI
Maka :
P : N O V A Y A N T I S A R A G I H
K : J U N I J U N I J U N I J U N I
penyelesaiannya :
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
J K L M .... dst
U VWX ..... dst
N J K L...... dst
I K L M..... dst
*Beuford cipher itu kunci(key) nya diletakkan didepan lalu huruf setelah kunci tersebut berada di akhir
contohnya :
P : Nova Yanti Saragih
K : JUNI
Maka :
P : N O V A Y A N T I S A R A G I H
K : J U N I J U N I J U N I J U N I
penyelesaiannya :
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
J ...........dst Q P O N M L K
U ...........dst B A Z Y X W V
N ..........dst U T S R Q P O
I ..........dst P O N M L K J
*Varian beuford cipher itu kunci(key) nya berada dibelakang lalu huruf setelah kunci tersebut berada didepan key nya
contohnya :
P : Nova Yanti Saragih
K : JUNI
Maka :
P : N O V A Y A N T I S A R A G I H
K : J U N I J U N I J U N I J U N I
penyelesaiannya :
A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
.............. dst P O N M L K J
.............. dst A Z Y X W V U
.............. dst T S R Q P O N
.............. dst 0 N M L K J I
Sabtu, 22 Oktober 2016
Resume SQL, 18 Oktober 2016
Pengelompokan & Pengurutan Data
1. Group by dan Aggregate Function
Dalam Menjalankan sebuah query untuk melakukan
pengelompokan data dapat menggunakan Fungsi Group by
dan di ikuti oleh Fungsi Aggregat.
2. Group by : digunakan untuk menampilkan atau memilih
sekumpulan data berdasarkan kelompok data tertentu.
• Pengelompokan nya biasa nya di sertai oleh Aggregat
Fuction
• Dalam Implementasi nya Aggregat Function harus di
ikuti oleh Group by bila terdapat Field lain yang
dijadikan kriteria pengelompokan
3. Aggregate Function : Min(), Max(), Avg(), Sum(), Count()
Group by dan Aggregate Function
MIN()
Fungsi MIN digunakan untuk mencari nilai
minimum dari sekumpulan data yang ada
Contoh :
SELECT field-1,…,field-n,
MIN(nama_field)
FROM tabel
GROUP BY field-1,…,field-n
SELECT kode_barang,
MIN (jumlah_pasok) as jumlah
FROM pasok
GROUP BY kode_barang

MAX()
Fungsi MAX digunakan untuk mencari nilai maksimum
dari sekumpulan data yang ada
Contoh :
SELECT field-1,…,field-n,
MAX(nama_field)
FROM tabel
GROUP BY field-1,…,field-n
SELECT kode_barang,
MAX (jumlah_pasok) as jumlah
FROM pasok
GROUP BY kode_barang
AVG()
Fungsi AVG digunakan untuk mencari nilai rata-rata dari
sekumpulan data yang ada
atau :
Contoh :
SELECT AVG (nama_field)
AS Rata-Rata
FROM tabel
SELECT AVG (jumlah_pasok)
AS Rata_Rata
FROM pasok
SELECT (nama_field)
AVG (nama_field) AS (nama_field_baru)
FROM tabel
GROUP BY (nama_field)

SUM()
Fungsi SUM digunakan untuk menjumlahkan nilai dari
sekumpulan data yang ada
SELECT field-1,…,field-n,
SUM(nama_field)
FROM tabel
GROUP BY field-1,…,field-n
SELECT kode_barang,
SUM (jumlah_pasok) as jumlah
FROM pasok
GROUP BY kode_barang
COUNT()
Fungsi COUNT digunakan untuk mencari cacah atau
banyaknya data
SELECT kode_barang,
COUNT (jumlah_pasok) as jumlah
FROM pasok
GROUP BY kode_barang
ORDER BY
Digunakan untuk mengurutkan data berdasarkan field
tertentu SELECT field-1,field-2,…,field-n
FROM tabel
ORDER BY (field)
SELECT kode_pasok, jumlah_pasok
FROM pasok
ORDER BY jumlah_pasok ASC

• urutkan jumlah berdasarkan
jumlah pasokan paling sedikit
• urutkan jumlah berdasarkan
jumlah pasokan paling banyak
SELECT kode_pasok, jumlah_pasok
FROM pasok
ORDER BY jumlah_pasok DESC
Keriteria Data
1. HAVING
Menyeleksi data berdasarkan kriteria tertentu, dimana
kriteria berdasarkan berupa fungsi aggregat
contoh :
SELECT kode_suplier,
COUNT (jumlah_pasok) AS cacah_pasok
FROM pasok
GROUP BY kode_suplier
HAVING COUNT(*)=3
Where
Kondisi Where, digunakan untuk melakukan
pemilihan/seleksi data. Penggunaannya
dilakukan setelah kata where, dan diikuti oleh :
-Berfungsi untuk membandingkan dua nilai
-Tipe data yang seharusnya dibandingkan harus
sesuai
-Hasil yang diperoleh dari operasi comparison ini
berupa nilai logik.
Between
Pada prinsipnya between digunakan untuk
membandingkan /untuk mengecek apakah suatu
nilai berada dalam range atau nilai tertentu.
SELECT field-1,…, field-n
FROM tabel
WHERE field BETWEEN … AND …
In
Digunakan untuk melakukan pengecekan apakah
suatu nilai terdapat pada suatu himpunan tertentu.
SELECT field-1,…, field-n
FROM tabel
WHERE field IN (…, …, …)
Like / Not Like…
Digunakan untuk membandingkan data dengan pola
tertentu.
SELECT field-1,…, field-n
FROM tabel
WHERE field LIKE | NOT LIKE
# Tampilkan customer yang mempunyai kata
‘MANGGA’ pada alamatnya (pada alamat
customer terdapat kata ‘MANGGA’)
#Tampilkan customer yang mempunyai kata selain
‘CIM’ pada alamatnya
SELECT * FROM suplier
WHERE alamat_suplier LIKE '%mangga%'
SELECT * FROM suplier
WHERE alamat_suplier NOT LIKE '%mangga%'
1. Group by dan Aggregate Function
Dalam Menjalankan sebuah query untuk melakukan
pengelompokan data dapat menggunakan Fungsi Group by
dan di ikuti oleh Fungsi Aggregat.
2. Group by : digunakan untuk menampilkan atau memilih
sekumpulan data berdasarkan kelompok data tertentu.
• Pengelompokan nya biasa nya di sertai oleh Aggregat
Fuction
• Dalam Implementasi nya Aggregat Function harus di
ikuti oleh Group by bila terdapat Field lain yang
dijadikan kriteria pengelompokan
3. Aggregate Function : Min(), Max(), Avg(), Sum(), Count()
Group by dan Aggregate Function
MIN()
Fungsi MIN digunakan untuk mencari nilai
minimum dari sekumpulan data yang ada
Contoh :
SELECT field-1,…,field-n,
MIN(nama_field)
FROM tabel
GROUP BY field-1,…,field-n
SELECT kode_barang,
MIN (jumlah_pasok) as jumlah
FROM pasok
GROUP BY kode_barang
MAX()
Fungsi MAX digunakan untuk mencari nilai maksimum
dari sekumpulan data yang ada
Contoh :
SELECT field-1,…,field-n,
MAX(nama_field)
FROM tabel
GROUP BY field-1,…,field-n
SELECT kode_barang,
MAX (jumlah_pasok) as jumlah
FROM pasok
GROUP BY kode_barang
AVG()
Fungsi AVG digunakan untuk mencari nilai rata-rata dari
sekumpulan data yang ada
atau :
Contoh :
SELECT AVG (nama_field)
AS Rata-Rata
FROM tabel
SELECT AVG (jumlah_pasok)
AS Rata_Rata
FROM pasok
SELECT (nama_field)
AVG (nama_field) AS (nama_field_baru)
FROM tabel
GROUP BY (nama_field)
SUM()
Fungsi SUM digunakan untuk menjumlahkan nilai dari
sekumpulan data yang ada
SELECT field-1,…,field-n,
SUM(nama_field)
FROM tabel
GROUP BY field-1,…,field-n
SELECT kode_barang,
SUM (jumlah_pasok) as jumlah
FROM pasok
GROUP BY kode_barang
COUNT()
Fungsi COUNT digunakan untuk mencari cacah atau
banyaknya data
SELECT kode_barang,
COUNT (jumlah_pasok) as jumlah
FROM pasok
GROUP BY kode_barang
ORDER BY
Digunakan untuk mengurutkan data berdasarkan field
tertentu SELECT field-1,field-2,…,field-n
FROM tabel
ORDER BY (field)
SELECT kode_pasok, jumlah_pasok
FROM pasok
ORDER BY jumlah_pasok ASC
• urutkan jumlah berdasarkan
jumlah pasokan paling sedikit
• urutkan jumlah berdasarkan
jumlah pasokan paling banyak
SELECT kode_pasok, jumlah_pasok
FROM pasok
ORDER BY jumlah_pasok DESC
Keriteria Data
1. HAVING
Menyeleksi data berdasarkan kriteria tertentu, dimana
kriteria berdasarkan berupa fungsi aggregat
contoh :
SELECT kode_suplier,
COUNT (jumlah_pasok) AS cacah_pasok
FROM pasok
GROUP BY kode_suplier
HAVING COUNT(*)=3
Where
Kondisi Where, digunakan untuk melakukan
pemilihan/seleksi data. Penggunaannya
dilakukan setelah kata where, dan diikuti oleh :
- comparison (=,<>,<,>,>=,<=),
- between,3
- in,
- like/not like
-Berfungsi untuk membandingkan dua nilai
-Tipe data yang seharusnya dibandingkan harus
sesuai
-Hasil yang diperoleh dari operasi comparison ini
berupa nilai logik.
Between
Pada prinsipnya between digunakan untuk
membandingkan /untuk mengecek apakah suatu
nilai berada dalam range atau nilai tertentu.
SELECT field-1,…, field-n
FROM tabel
WHERE field BETWEEN … AND …
In
Digunakan untuk melakukan pengecekan apakah
suatu nilai terdapat pada suatu himpunan tertentu.
SELECT field-1,…, field-n
FROM tabel
WHERE field IN (…, …, …)
Like / Not Like…
Digunakan untuk membandingkan data dengan pola
tertentu.
SELECT field-1,…, field-n
FROM tabel
WHERE field LIKE | NOT LIKE
# Tampilkan customer yang mempunyai kata
‘MANGGA’ pada alamatnya (pada alamat
customer terdapat kata ‘MANGGA’)
#Tampilkan customer yang mempunyai kata selain
‘CIM’ pada alamatnya
SELECT * FROM suplier
WHERE alamat_suplier LIKE '%mangga%'
SELECT * FROM suplier
WHERE alamat_suplier NOT LIKE '%mangga%'
Langganan:
Postingan (Atom)

