Cara pengumpulan informasi yang lebih hebat lagi menggunakan teknik dumpster diving
atau teknik memulung sampah. Bagaimana sampai begitu berharganya sampah
kantor? Pernahkah Anda melihat rekan kerja atau karyawan Anda atau
bahkan Anda sendiri menuliskan user ID dan password pada lembaran
post-it? Coba bayangkan kalau lembaran kecil ini menjadi sampah. Pasti
ada orang yang girang memungutnya. Sampah berupa lembaran buku telefon
dan kertas salah cetak berisi organigram kantor akan memberi petunjuk
mengetahui nama, lokasi karyawan, serta struktur jabatan. Kalau lembaran
terbuang tadi berupa peraturan dan manual cara kerja, maka menolong
penjahat memahami prosedur dan peraturan kantor, sehingga sangat mudah
untuk meyakinkan karyawan lain bahwa dia betul-betul orang dalam yang
paham aturan kantor.
Pendek
kata, jangan pernah meremehkan informasi yang terbawa dalam sampah di
kantor Anda. Sekali membuangnya, bisa jadi Anda akan menyesal
berkepanjangan. Satu lagi yang harus diingat, sekali barang masuk kotak
sampah, tindakan mengambil sampah adalah tindakan legal. Kenapa begitu?
Dalam bukunya Theft and Dumpster Diving, Richards J. Heuer, Jr.,
menyebutkan aturan Supreme Court AS tahun 1988 bahwa sekali suatu barang
masuk tempat sampah (dibuang), maka hak kepemilikannya akan otomatis
hilang. Barangkali di Indonesia tak sejelas itu hukumnya, tapi rasanya
sulit juga menang melawan pemulung yang benar-benar mengambil sampah.
Dumpster
diving sebenarnya hanyalah salah satu dari beberapa teknik penipuan
cerdas yang disebut sebagai social engineering. Teknik lain seperti yang
dipraktikkan Stanley Rifkin antara lain direct approach (langsung
meminta informasi ke seorang karyawan), spying and eavesdropping
(mematai-matai dan nguping), technical expert (mengaku sebagai teknisi),
support staff (berpura-pura sebagai pembantu umum di kantor), the voice
of authority (mengitimidasi karyawan dengan bersuara mirip bos). Ada
juga teknik lain yang disebut Reverse Social Engineering (RSE), si
pelaku akan melakukan kerusakan pada komputer target, lalu dia datang
sebagai penolong.Cara mencegah :
-Pemusnahan
dokumen-dokumen sensitif sebaiknya secara terpusat, yang terpercaya
personelnya. Dokumen-dokumen lama sebaiknya dimusnahkan secara reguler.
Untuk sampah digital perlakukan lebih khusus. Letakkan secara terpisah
tempat sampah untuk disket dan CD, pasang magnet di kotak sampah untuk
menghapuskan data dari disket, bila diambil orang yang tidak berhak.
Beri edukasi pada manajemen dan staf betapa bahayanya bila sampah tak
terdeteksi. Terakhir, lakukan audit secara periodik setiap staf
(termasuk cleaning service) ke mana dibuangnya sampah-sampah dari
kantor.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar